faisalmuchtar.com
Seni & Website Masa Kini
SEGERA HUBUNGI SITEKNO UNTUK MELAKUKAN PERPANJANGAN DOMAIN [TUTUP]

Latihan dasar Teater
(Materi Kelas)
1. Latihan Dasar Wiraga (olah Tubuh)
Wiraga itu sesungguhnya mengolah badan lahir dan batin yang secara mata panggung masih dinilai kasar untuk menjadi halus dan harmoni siap berproses, kait mengkait dengan orang lain. Membiasakan badan bergerak dibawah pandangan orang lain, menghilangkan kecanggungan, dan membuat proses gerak badan apapun itu menjadi apa adanya. Memahami alasan dan apa yang dirasakan dari pergerakan badan lahir. Jadi setiap gerakan badan disertai dengan perasaan mengamati apa yang dirasakan.
2. Latihan Dasar Wirama (olah suara atau vokal)
Vokal dalam proses bermain teater adalah suara yang memiliki karakter serta rasa untuk tiap-tiap peran yang setiap saat akan berganti, berubah oleh proses sebab akibat di atas panggung. Volume suara, keras, lemah, tinggi, tipis, berat tidaklah dilakukan dengan dorongan tenaga. Namun oleh motivasi peran dan situasinya. Latihan dasarnya selalu teliti kepada artikulasi, pengucapan yang jelas untuk setiap kata. Memahami penekanan kata, dan pemenggalan kata pada suatu kalimat. Irama dalam proses dialog, pengucapan, akan terbentuk oleh motivasi situasi peran yang dimainkan saat itu. Memahami apa yang diucapkan, mencari makna yang dirasakan akibat pengucapan dan melatih mendengarkan serta bereaksi terhadap kata yang didengar.
3. Latihan Dasar Wirasa sukma (olah rasa dan sukma)
Tujuannya adalah mencapai rasa yang dirasakan suatu peran dalam keutuhan suatu pentas. Dasar dalam latihan adalah merasakan rasa yang dirasakan dalam keseharian memberi bentuk ekspresi rasa yang khas, seperti menangis, tertawa, kemudian ada pula stereotipe rasa yakni semacam kegilaan, keangkuhan, dsbnya. Itu sesungguhnya adalah bagaian latihan meniru rasanya menjadi rasa sesuatu yang dirasa itulah bentuknya.
TATA KRAMA PANGGUNG : Blocking
Tata krama panggung meminta semua yang dalam proses pementasan untuk suatu kisah, untuk perannya mentaati tata krama panggung. Di Bali di kenal yang namanya pedum karang, atau dalam bahasa kerennya blocking . Pembagian posisi panggung itu secara dasar akan menuntut semua orang menjadi keseimbangan panggung. Di Bali istilahnya ngatang , antara kiri dan kanan, muka dan belakang, semua pergerakannya tetap menjaga keseimbangan panggung.
| Check Page Rank of any web site pages instantly: |
| This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service |