DOMAIN ANDA AKAN BERAKHIR PADA TANGGAL 2010-09-18 00:00:00

SEGERA HUBUNGI SITEKNO UNTUK MELAKUKAN PERPANJANGAN DOMAIN [TUTUP]

THE SALUANG

image


Tentang "SALUANG"

Nama Saluang diambil dari nama seruling panjang yang acapkali menjadi satu-satunya alat pengiring yang digunakan pada seni pertunjukan ini. Bentuk kesenian ini (yang kadang-kadang disebut juga Saluang jo Dendang-saluang disertai nyayian) sangat populer didaerah darek dan dikalangan orang-orang darek di perantauan. Kesenian ini selain ditampilkan pada acara perayaan kampung dan acara keluarga, juga sering ditampilkan pada sejenis acara pengumpulan dana malam bagurau.


Saluang itu sendiri adalah sebuah pipa bambu terbuka, panjangnya sekitar 65 cm dengan diameter dalam sekitar 2,5 cm, dengan 4 lobang jari. Pemain, biasanya laki-laki, memegang saluang miring ke bawah dan ke satu sisi. Untuk menghasilkan aliran suara yang tak terputus, pemain tersebut menggunakan teknik nafas “circular breathing” supaya suara tidak berhenti sewaktu pemain menarik nafas.
Sulit menjelaskan sistem laras yang diterapkan pada musik saluang. Beberapa tangga nada dipakai dalam repertoar; intonasi sering tidak stabil; dan tidak ada sistem pelarasan yang mutlak. Untuk saluang dengan nada dasar C=do, kita boleh menganggap tangga nada pokok yang dimainkan sebagai nada do, re, mi, fa, sol. Tapi dalam kenyataannya nada do kadang-kadang cenderung menuju di (1) . Gegitu pula halnya untuk nada-nada lainnya yang diperoleh dengan menutup separoh dari lubang jari. Ada kalany
a pemain saluang memainkan nada-nada yang berada diatas dan dibawah nada pokok.


Melodi saluang berbentuk ulangan meskipun syair-syair yang dinyanyikan berubah-ubah. Dalam pertunjukan, pemain saluang selalu didampingi oleh seorang penyanyi (pendendang), yang membawakan pantun. Satu pantun biasanya selesai dalam satu ulangan melodi. Seringkali ada dua atau tiga penyanyi yang tampil:mereka biasanya menyanyi secara bergantian diiringi saluang.
Lagu-lagu saluang digolongkan berdasarkan suasana atau emosi. Sebagian besar masuk ke golonga lagu sedih, dan banyak diantaranya diistilahkan dengan ratok, “ratapan”. Satu sub-kategori dari lagu-lagu sedih dikira berasal dari daerah sekitar Gunung Singgalang; lagu-lagu ini, yang semua judulnya diawali dengan kata Singgalang, mempunyai ciri khas pada saluang, yaitu semacam getaran (oscillation) antara dua nada yang berdekatan. Lagu-lagu sedih selalu nonmetris (tanpa mad). Sebaliknya, dua golongan lagu lainnya-gembira dan ‘setengah gembira’- selau metris.
Selain penggolongan menurut suasana, ada juga pengelompokan yang berdasarkan nada pokok (nada yang memulai setiap perulangan) seperti “tertutup” yakni dengan menutup semua lubang jari, “tutup tiga” yakni dengan membuka lubang terjauh dari mulut pemain, serta “tutup dua” dan “tutup satu”. Kebanyakan lagu dari daerah pantai Sumatera barat (pasisia) tergolong “tertutup”, sedangkan kebanyakan ratok tergolong “tutup tiga”. Untuk lagu-lagu dari daerah Danau Maninjau tergolong pada “tutup dua”, sedangkanlagu-lagu yang diambil dari kesenian Sijobang biasanya tergolong pada “tutup satu”.

Namun ada juga jenis saluang yang dapat dikatakan maut; berasal dari daerah Payakumbuah, bernuansa magis – sebagai pengantar sihir, diwarnai dendang berlirik magis, dikenal dengan nama Saluang Sirompak. Berbeda dengan saluang pada umumnya, Saluang Sirompak memiliki 6 lobang nada, sehingga dapat menghasilkan nada-nada minor bernuansa mistis.

Berasal dari kata dasar rompak – yang berarti paksa, basirompak adalah upaya memaksa batin seseorang – dengan bantuan kekuatan gaib – agar menuruti kemauan mereka yang merompak. Ritual ini dilakukan oleh seorang pawang (tukang sirompak), yang dibantu oleh seorang peniup Saluang Sirompak dan seorang tukang soga. Pawang bertugas mendendangkan mantera-mantera dan memainkan sebuah gasing (gasiang tangkurak) – yang salah satu bagiannya dibuat dari potongan tengkorak manusia.

Kerapnya ritual ini dibawakan dengan media saluang, sehingga dikenal dengan nama Basirompak. Bila seorang lelaki dihina dan dicaci-maki oleh seorang perempuan yang disukai oleh lelaki itu, maka si lelaki tersebut meminta tolong kepada setan (jin) dengan bantuan si dukun melalui Basirompak; sehingga, perempuan penghina itu jadi tergila-gila padanya dan sulit melupakan si lelaki tersebut.

Walhasih Indonesia kaya sekali dengang budayanya, mari kita jaga dab Tumbuh kembangkan Budaya kita..sebelum di curi atau di klaim negara lain

Mau Belajar Meniup saluang..tak usah jauh-jauh ke padang..datang saja ke Teater Pelangi Karawang.

Salam Budaya


Faisal Muchtar Al Khaufi


widgeo.net


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 7+8+1

SELAMAT DATANG DI MASA DEPAN
image

Faisal Muchtar Al Khaufi

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
Arsip
PR
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

 

Buku Tamu
FJ

Kategori
SLINK
Klik Untuk Liat-liat

Free Automatic Backlink

Copyright © 2010 PT SITEKNO · All Rights Reserved
Proudly Powered by sitekno